Blog ini berisi tulisan dan artikel menarik seputar Pengelolaan Sumber Daya Manusia, Psikologi serta Dunia Kerja.
Mari berbagi ilmu dan pengalaman anda di sini!

Sunday, June 12, 2016

Jernihkan pikiranmu di pagi hari dengan melakukan ritual ini


Bangun pagi dengan segar adalah dambaan setiap banyak orang, terutama pekerja yang terkadang memiliki sedikit waktu yang berkualitas untuk dirinya sendiri. Kebanyakan pekerja kantor memulai hari dengan pikiran yang penat dan hanya akan berdampak buruk bagi dirinya. Padahal, pikiran yang jernih dan segar dapat menjadi awal yang baik untuk seseorang agar dapat mengerjakan tugasnya dengan optimal.
Berikut adalah tips yang dipublikasikan oleh Glenn Leibowitz dalam The Muse.com agar kita memiliki pikiran jernih yang positif setiap hari.



Buatlah morning pages!

Apakah itu morning page?
Morning page adalah tulisan yang kita buat di pagi hari berisi tentang apapun yang terlintas di benak kita saat itu. 

Morning Page


Mengapa morning page penting?
Hal ini dipercaya dapat memproyeksikan pikiranmu ke dalam media lain sehingga di pagi hari kamu dapat meninggalkan 'beban' yang kamu simpan semalaman di kepalamu. Penulisan morning page ini akan lebih optimal kalau kamu melakukan hal ini sesegera mungkin setelah kamu bangun tidur. Awalnya hal ini pasti akan menjadi sulit terutama untuk orang yang tidak terbiasa menulis. Tapi percayalah, there's always a first time in everything!



Tuliskan pemikiranmu tiap hari minimal ke dalam 3 halaman kertas/ buku. Mengapa harus 3 halaman? Jumlah ini dipercaya menjadi ukuran yang ideal bagi seseorang menumpahkan pemikirannya untuk sesuatu. Dalam morning pages ini kamu tidak perlu khawatir untuk menuliskan apapun yang kamu pikirkan saat itu. Tuliskan apa saja yang ada di benakmu, tidak perlu menggunakan aturan penulisan tertentu, as long as you like it to be written. Ingat, morning pages ini juga bukanlah sesuatu untuk dipublikasikan. Bahkan jangan dipublikasikan. Simpanlah lembaran-lembaran morning pages ini untuk dirimu sendiri. Write it for yourself. You can add some coffee to beside you while you are writing.

Tidak diperlukan teknologi apapun untuk melakukan ritual ini setiap harinya. Kami tidak menyarankan penggunaan laptop/ notebook untuk menulis.  Hal ini akan mengurangi esensi penyaluran emosi negatif dari diri anda ke media lain. Cukup gunakan bolpoin dan kertas atau buku. Dengan menulis tangan, hal ini dapat melemaskan otot tegang di tanganmu serta melatihmu untuk lebih disiplin dan fokus dalam mengerjakan sesuatu.

Dengan rutin melakukan ritual morning pages ini anda akan terbiasa untuk mengatur pemikiran penting apa yang akan anda bawa hari ini, dan hal apa saja yang harus anda tinggalkan. 

Silakan mencoba!


Tuesday, April 5, 2016

Penilaian Kerja dan Impact Bagi Pekerja

Pada akhir tahun atau awal tahun biasanya pekerja akan dinilai kinerjanya selama satu tahun. Performance Appraisal, atau Penilaian Kinerja ini beragam macamnya di masing-masing perusahaan. Ada yang berdasarkan Key Performance Indicator (KPI), ada yang berdasarkan balance scorecard atau hal lainnya. Semua itu tujuannya sama yaitu menilai kinerja orang tersebut dan hasilnya memungkinkan untuk dijadikan bahan evaluasi untuk tahun mendatang. Hal ini juga bisa jadi berpengaruh terhadap jumlah insentif yang akan diterima atau rencana pengembangan/ pembelajaran bagi orang tersebut.


Namun apa jadinya bila penilaian itu tidak terlaksana dengan baik dan adil?

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi penilaian seorang pekerja antara lain :

1. Ketidakjelasan target kerja yang disepakati oleh atasan dan bawahan
2. Penilaian subjektif yang dilakukan oleh atasan
3. Keterbatasan sistem, misalnya karena adanya sistem distribusi yang harus diikuti.
dan lain-lain.

Faktor-faktor tersebut terkadang tidak bisa dihindari dalam suatu perusahaan oleh karena itu perlu dilakukan upaya yang optimal dalam meminimalisasi keadaan tersebut. Sesuai dengan penelitian dari Ferdiana, 2009 mengenai pengaruh penilaian kinerja terhadap motivasi karyawan, terlihat pengaruh yang kuat dan positif. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian kerja merupakan aspek yang sangat berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan. Hal ini tidak bisa dipandang sebelah mata oleh HR.
Apabila hal ini tidak dilakukan dengan baik dan jelas, karyawan dapat kehilangan motivasi kerja dan merasa tidak dihargai.
Oleh karena itu penilaian pekerja bukan hanya menjadi tanggung jawab atasan tapi menjadi tanggung jawab semua stakeholder yang ada di perusahaan baik itu karyawan, manajemen dan juga pihak penunjang lainnya. 

Perusahaan biasanya melakukan penilaian pekerja berdasarkan penilaian dari atasannya, namun 
pada beberapa perusahaan sudah menerapkan penilaian pekerja dengan cara 360 derajat artinya seseorang akan dilihat dan dinilai kinerjanya oleh semua pihak yang pernah bekerja dengannya misalnya peer/ rekan selevel, subordinatnya, ataupun atasannya. Dengan penilaian yang menyeluruh, akan semakin objektif pula evidence yang diberikan untuk menilai seseorang.

Penilaian yang objektif akan memunculkan motivasi kerja kepada pekerja/ karyawan. Sebaliknya, penilaian yang subjektif, tidak clear dan tidak transparan akan membuat pekerja tidak termotivasi untuk memberikan performa kerja yang baik.








Tuesday, February 2, 2016

Tanda-tanda perusahaan yang masih tepat untuk anda tempati 

Dilansir dari Forbes.com, terdapat beberapa tanda-tanda perusahaan yang tepat untuk kamu tempati dan belum saatnya ‘berpindah’ dari perusahaan tersebut. Terkadang kita merasa bahwa pendapatan atau gaji adalah alasan yang sangat tepat untuk berpindah perusahaan, namun kenali dulu tanda-tanda di bawah ini yang menunjukkan bahwa perusahaan tersebut cukup baik dan berpotensi untuk mengingkatkan kemampuan karywannya lebih banyak lagi. Berikut tanda-tanda baiknya :

1. Manager bertindak sebagai mentor
Apabila dalam perusahaan yang anda tempati saat ini banyak manager yang memiliki sikap sebagai ‘mentor’ atau leader dibandingkan sebagai boss, maka anda berada dalam perusahaan yang baik. Pimpinan yang baik dan memiliki kualitas komunikasi yang baik dengan subordinat nya akan membuat proses operasional perusahaan berjalan dengan lancar. Apabila atasanmu lebih sering membimbing anda dengan contoh perilaku yang nyata dan sering mengajak diskusi perihal pekerjaan maupun di luar pekerjaan, maka kualitas kerja anda dapat dikatakan cukup baik. Hal ini akan memudahkan terciptanya problem solving dalam memecahkan suatu permasalahan fungsi.
 
2. Kelemahan perusahaan dijadikan sebagai kekuatan
Perusahaan yang baik dapat menjadikan kekurangan proses bisnis menjadi peluang perbaikan. Namun hal ini memerlukan komitmen yang kuat juga dari manajemen di dalam perusahaan tersebut. Dengan secara rutin mendiskusikan hal hal apa saja yang perlu diperbaiki, dan secara kontinyu melakukan perbaikan dari sistem terkecil hal tersebut akan mempermudah perusahaan untuk memperoleh target dengan lebih efektif dan efisien. Bila anda berada di perusahaan yang memiliki program seperti ‘continuous improvement awards’ hal ini merupakan tanda yang sangat baik.

3. Transparansi menjadi kebiasaan bukan kewajiban
Banyak perusahaan yang tidak berani memberikan data yang akurat dan transparan mengenai hal-hal tertentu, misalnya saja compensation & benefit untuk pekerja. Mungkin banyak hal yang menjadi kewenangan manajemen dalam menentukan sikap dan kebijakan perusahaan. Namun, setiap pekerja memiliki hak untuk mengetahui peraturan dan tata kelola yang berlaku di perusahaan. Transparansi menjadi nilai yang wajib ada di setiap perusahaan sehingga para pekerja mengetahui jelas apa yang menjadi hak dan kewajiban mereka saat bekerja. Dengan adanya fungsi internal audit di perusahaan dan transparansi data mengenai setiap proses bisnis di perusahaan akan menjadikan perusahaan tersebut ‘sehat’ dan masih baik untuk anda tempati.

4. Perusahan berinvestasi di pengalaman karyawannya
Karyawan atau pekerja adalah aset perusahaan yang paling berharga. Dengan memiliki SDM yang berkualitas, perusahaan akan mudah menggerakan roda bisnis dengan efektif. Apabila perusahaan yang ada tempati saat ini memberikan peluang yang besar untuk meningkatkan kompetensi dan pengalaman kerja anda, maka anda berada di perusahaan yang tepat. Pengalaman kerja dan kompetensi tidak melulu ditempuh dengan training atau workshop, namun bisa diperoleh dengan melakukan work assignment untuk tugas tertentu. Perusahaan yang baik akan memberikan peluang yang banyak bagi pekerja untuk menambah pengalaman dan wawasannya untuk memperkaya ilmunya di perusahaan.

5. Perusahaan seperti 'laboratorium' bukan ‘pabrik'
Setiap perusahaan tentu memiliki target bisnis atau target produksi tertentu. Namun hal itu tidak boleh menjadi alasan bagi perusahaan untuk menurunkan kualitas produksinya. Perusahaan yang memiliki budaya untuk selalu mengembangkan ilmu dan kualitas bisnisnya adalah salah satu ciri perusahaan yang baik. Pekerja diarahkan untuk bekerja secara proffessional seperti di ‘laboratorium’ dari pada di’drill’ untuk menjadi buruh pabrik yang dituntut banyak beban target. Namun perusahaan harus tetap mempertahankan target bisnisnya dengan tetap menghargai setiap tetes keringat pekerjanya.


Di luar tanda-tanda tersebut masih banyak faktor lain yang menjadikan suatu perusahaan ‘sehat’ untuk anda tempati. Namun semua keputusan ada di tangan anda, tempatilah perusahaan yang meningkatkan kebahagiaan anda baik segi fisik maupun psikologis.