Blog ini berisi tulisan dan artikel menarik seputar Pengelolaan Sumber Daya Manusia, Psikologi serta Dunia Kerja.
Mari berbagi ilmu dan pengalaman anda di sini!

Sunday, May 4, 2014

Jambuluwuk Malioboro Boutique Hotel, D I Yogyakarta

Been long time not to post anything on this blog.
Beberapa hari kemarin saya baru berkunjung ke DI Yogyakarta untuk mengikuti pelatihan Management Outsourcing. Kita bahas isi pelatihannya nanti, sekarang saya ingin sharing tentang hotel yang saya tempatin 3 malam kemarin. Sesuai dengan judulnya.

Sebenarnya awal bulan Maret yang lalu saya sempat ke Jogjakarta juga.. tapi berhubung misi nya jauh berbeda, jadi gak sempat sharing tentang pengalaman saat itu.
But, Jogjakarta always be an interesting place to go!
Stasiun Tugu, Jogjakarta

Sampai di Jogjakarta pukul 2 siang, saya langsung check in di Jambuluwuk Malioboro Hotel. Saya memilih hotel ini karena pada saat itu hotel yang dipakai untuk pelatihan ternyata kamarnya penuh semua, so I took this hotel because my friend recommended it to me. It was a boutique hotel, average with 4 stars hotel.

credit to : http://arsitekturina.blogspot.com/2012/03/jambuluwuk-malioboro-boutique-hotel.html


Located in Jl. Gajah Mada no. 67 Yogyakarta, hotel ini cukup unik dan feel homy. I thought it was near and can be reached by walking from Malioboro but sadly I was wrong. Tapi it's okay soalnya kemarin emang cukup padat jadwalnya kalau harus jalan-jalan di Malioboro..

So here are the pictures I took there from my phone..


Lobi Hotel


Pintu masuk

Deluxe Room, The Highest Floor

The Screen is wide, love it.

Good pillow is a must.

there's a batik lounge up there
 
ada gamelan di samping pintu masuk, kalau pagi-pagi gamelannya dimainin lho.

salah satu menu breakfast

menu breakfast yang lain

baru kali ini liat jejeran jenis minuman yang lengkap banget buat breakfast

swimming pool

nice place to relax

swimming pool in other view


Hal yang menyenangkan dari Kota Jogja adalah banyaknya kesenian tradisional yang masih dipertahankan oleh orang-orang setempat. Di pusat kota masih banyak pedagang makanan tradisional yang menjajakan makanan atau minuman khas jawa, berbeda dengan kota lainnya yang kadang anak-anak muda nya sudah tidak mau lagi mempertahankan budaya asli di daerahnya.
Tidak hanya makanan, pakaian, kerajinan tangan dan keramahtamahannya yang ada di kota ini selalu membuat saya ingin lagi kembali. Rasanya tidak cukup untuk menghabiskan 2-3 hari saja di kota Jogja, apalagi ditambah dengan keperluan dinas di mana saya harus mengikuti pelatihan tentang ketenagakerjaan.
Rencananya bulan ini saya akan kembali ke sana untuk mengikuti acara family gathering fungsi HR. Kami akan berkunjung ke Prambanan untuk menikmati Sendratari Ramayana dan melakukan beberapa kegiatan outbond, just wait for the report yaaa...


Wednesday, April 2, 2014

Tentang Pertamina dan Rekrutmen Pertamina

Sebagai HR dan ex BPS (Bimbingan Profesi Sarjana) di Pertamina EP, saya sering sekali mendapat pertanyaan perihal bagaimana sih proses rekrutmen di sana? Tahapannya berapa banyak? Apa aja? Wajar memang, karena Pertamina masih jadi salah satu perusahaan yang diminati oleh lulusan perguruan tinggi di Indonesia.. if you know what I mean..
Sebetulnya saya pernah posting tentang proses ini di blog saya sebelumnya. Tapi gak ada salahnya kalau saya coba sharing lagi di sini. :)

Di sini saya jelaskan dulu mengenai gambaran umum tentang perusahaan Pertamina itu sendiri.. atau di Kaskus biasa dipanggil 'Mpok Minah' sama kaskuser saking seringnya diomongin.. don't know why... hahaha.

Tapi sebelum kita bahas tentang Rekrutmen, ada baiknya mengerti dulu apa itu Pertamina dan bisnis-bisnisnya Pertamina.
Apa sih yang pertama kali terlintas di pikiran kamu waktu pertama kali dengar kata "Pertamina"?
Pasti gak jauh dari gambar ini ya..

SPBU Pertamina

Hehehe.. Jadi yang masuk Pertamina bakal ngurusin SPBU??? Ya nggak lah..
Bentar.. bentar.. sebelum masuk ke situ, kita belajar dulu tentang Pertamina.

What is Pertamina?

Pertamina adalah perusahaan BUMN yang memiliki banyak anak perusahaan. Baru tau kan?
yap.. Pertamina (Persero) memiliki beberapa anak perusahaan di usaha Hulu (eksplorasi dan produksi migas) dan Hilir (pengolahan, pemasaran). Anak perusahaan tersebut di antara nya adalah PT Pertamina EP sebagai perusahaan Hulu/ Upstream yang bertanggung jawab dalam bidang Eksplorasi dan Produksi Migas, PT Pertamina Hulu Energi yang bertanggung jawab dalam explorasi wilayah-wilayah kerja baru, PT Pertamina Gas/ Pertagas (eksploitasi Gas Bumi), PT Pertamina Drilling Services (jasa pemboran dalam direktorat hulu), PT Pertamina Patra Niaga (perdagangan BBM, pengelolaan armada, depot), PT Pertamina Retail (usaha retail, SPBU dll). Pertamina juga punya beberapa anak perusahaan lain yang tidak bergerak dalam sektor migas, misalnya Pertamedika (kesehatan), Pelita Air (Maskapai Penerbangan) dan lain lain.

Kantor Pertamina (Persero) di Jl. Medan Merdeka Timur, Jakarta.


Jadi jelas ya bedanya Pertamina (Persero) dengan Pertamina yang lain apa.. Kita sebagai pekerja Pertamina EP lebih sering manggil perusahaan induk kita sebagai "Persero".Jadi bisa kelihatan kan mana perusahaan yang bergerak di Hulu dan Hilir..

Orang awam memang kadang gak peduli dengan banyaknya anak-anak perusahaannya Persero ini.. tapi wajar karena memang induknya satu, Pertamina. Cuma memang sektor bisnis nya yang berbeda-beda. Masalah pembagian anak-anak perusahaan ini adalah karena adanya  wujud implementasi amanat UU No.22 tahun 2001 yang mewajibkan PT Pertamina (Persero) untuk mendirikan anak perusahaan guna mengelola usaha hulunya sebagai konsekuensi pemisahan usaha hulu dengan hilir.

Nah, setelah pembedaan mana sektor hulu dan hilir, di Pertamina (Persero) sendiri punya beberapa Direktorat (yang dipimpin oleh Direktur). Direktorat tersebut antara lain Direktorat Upstream, Pengolahan/ Refinery, Pemasaran dan Niaga (Marketing & Trading),Sumber Daya Manusia, Keuangan, Umum, Internal Audit, Gas, Corporate Secretary, dan Legal Counsel (maaf kalau ada yang kurang.. gak gitu hafal semua Persero soalnya :p). Setiap Direktorat akan membawahi sektor-sektor tertentu yang bisa jadi hubungannya akan berbeda-beda satu sama lain.


For your information, sekarang semua tahapan penerimaan pekerja baru Pertamina dan anak perusahaannya akan melalui satu gerbang yaitu dari Pertamina (Persero). Dulu, setiap anak perusahaan diberi kuasa untuk merekrut S1 Freshgraduate untuk ditempatkan di perusahaannya itu. Untuk sekarang, khusus untuk BPS (S1) akan diatur oleh Pertamina (Persero). Sehingga untuk penerimaan BPS di Pertamina EP pun akan melalui Persero dulu.

How is Pertamina Recruitment Process?


Sebelumnya, saya ingin menjelaskan dulu dengan singkat kenapa saya memilih Pertamina untuk jadi perusahaan tempat saya bekerja. Of course, Pertamina adalah perusahaan BUMN terbesar di Indonesia yang bergerak dalam bidang migas. And I guess, it would be great if Pertamina become my first company to work. Jadi, lolos untuk jadi bagian dari BPS adalah one of my biggest achievement in my life :')

Actually, sebelum bekerja, saya cukup sering terlibat dalam proses rekrutmen awal untuk Pertamina, baik itu bagian hulu atau hilir karena pernah bekerja sebagai associate di Biro Psikologi Universitas Padjadjaran. Dengan latar belakang pendidikan dan skill yang saya miliki, saya terbiasa menjadi Recruitment Officer dalam proses Psikotest.

Sebelum recruitment ditangani oleh Persero, saya masuk ke Pertamina EP dari gerbang EP, sehingga saya disebut EP-hired. Mungkin akan ada beberapa perbedaan dengan Persero-hired, but anyway saya akan mencoba menjelaskan beberapa tahapan Recruitment EP waktu saya ikut tahun 2012 lalu.

1. Online Register
Di tahap awal, kita diharuskan mendaftarkan diri kita dan segala kelengkapan berkas yang kita miliki secara online selengkap-lengkapnya. Jangan sampai ada satu hal pun yang tidak diisi, karena kelengkapan data merupakan salah satu syarat kita untuk lolos ke tahap berikutnya.

Pengumpulan data secara online ini memudahkan tim rekrutmen untuk menyortir siapa saja yang lolos tahapan administrasi dan siapa saja yang tidak. Perlu diketahui, IPK minimal untuk penerimaan pegawai Pertamina saat ini adalah 3.00 untuk BPS, dengan nilai TOEFL (bukan prediction test) minimal 475. Asal Universitas bukan menjadi syarat utama penerimaan. Cukup banyak lulusan universitas swasta yang bergabung di Pertamina, juga bukan berarti universitas ternama akan menjadi prioritas.



2. Tes Online Bahasa Inggris
Setiap pengumuman tahapan tes akan diberitahukan melalui web resmi Pertamina. Oleh karenanya, kita diharuskan untuk sering mengecek account kita untuk mengetahui kelanjutan proses application masing-masing.
Setelah lolos tahapan administrasi, kita diminta untuk melakukan tes online bahasa Inggris dengan cara mengerjakan tes selama 90 menit di halaman web tertentu.

Tes bahasa Inggris yang diberikan berupa multiple choice dan akan sangat banyak kesempatan bagi kita untuk membuka kamus atau google translate. Namun untuk efisiensi, saya sarankan untuk tidak menggunakan tools apapun karena akan mempersulit kita dalam pengerjaan. Tes yang diberikan cukup sederhana, berkaitan dengan vocabulary juga grammar. Tes ini dapat dilakukan kurang dari 1 jam bila sungguh-sungguh. Bila sebelumnya belum terbiasa dengan tes online, kamu bisa mencari latihan soal TOEFL bahasa inggris di internet dengan latihan mengkroscek hasil pengerjaan dengan kunci jawabannya.

3. Psikotes
Sampai tahap ini, peluang kelulusan masih sangat tinggi. Bila sudah lolos tahapan tes online bahasa Inggris, kamu akan diminta untuk mengikuti Tes Psikologi di kota terdekat dengan domisili yang kamu submit pada saat pendaftaran. Karena saya tinggal di Cimahi Selatan, maka saya mengikuti Psikotes di Bandung. Kebetulan saya tes di BPIP Unpad, Dago.
Apa saja yang dites?
Sampai saat ini Pertamina masih melakukan tes psikologi dengan alat tes umum yang cukup sering digunakan di berbagai proses rekrutmen perusahan. Sebagai bocoran, yang digunakan adalah alat tes intelegensi, grafis, dan ketahanan kerja.

Saran dari saya, persiapkan kemampuan fisik dan non fisik semaksimal mungkin. Keluarkanlah potensi maksimal kamu dalam berpikir juga mengingat. Jangan lupa untuk menggunakan kreativitas. Semua hal akan baik bila dikerjakan dengan sungguh-sungguh.
Sebenarnya akan sangat banyak aspek yang harus diperhatikan saat psikotes, yang jelas, buatlah hasil tes tersebut sesuai dengan kepribadian kamu, bukan aturan dari buku-buku primbon, atau tips-tips psikotes yang tidak jelas asal-usulnya.


4. Interview User
Tahap selanjutnya adalah tahap wawancara. Di tahap ini cukup banyak peserta yang terkena cutting sehingga hanya tersisa kira-kira 10-20% saja dari total peserta di tahapan sebelumnya. Waktu itu, karena saya melamar untuk posisi HR, saya diwawancara langsung oleh Recruitment specialist juga Vice President dari HR Pertamina EP. Di sini, kita dituntut untuk dapat menjual diri kita dengan sangat baik agar pihak Pertamina 'tertarik' untuk membeli kita dan mengambil manfaat dari kemampuan yang kita miliki untuk perusahaannya.
Di Pertamina EP sendiri, saya merasa proses rekrutmen ini berjalan cukup unik dan agak-agak berbeda dengan interview yang lainnya. Di perusahaan lain, dalam interview saya lebih sering ditanya tentang pendidikan formal, kemampuan akademik, dan lain sebagainya. Namun, saat interview di PEP, saya justru diminta untuk menyanyi. Yap, MENYANYI.
Sebelum interview, biasanya kita diminta untuk mengisi formulir riwayat hidup selengkap mungkin sampai tentang hobby dan cita-cita kita. Saya senang bermain musik, pernah bergabung dalam band, dan menyukai hal-hal yang berhubungan dengan hiburan. Oleh karenanya, saya merasa hal itu cukup unik untuk disampaikan. Pihak recruiter tampaknya cukup tertarik dengan itu sehingga saya diminta menyanyi.

Saran saya, jelaskanlah kemampuan kita dari mulai akademis sampai non akademis yang menjadi nilai plus diri kita sekaligus pembeda diri kita dengan orang lain. Pertamina EP membutuhkan orang-orang yang out of the box, yang mengetahui kelebihan dirinya meskipun sederhana tapi bisa menonjolkannya di depan orang banyak. Di angkatan saya sendiri, ada orang-orang unik yang memang memiliki nilai tambah, misalnya juara billiar, atau olahraga lain. Namun tentu selain itu kita juga harus capable untuk melakukan tugas-tugas yang berkaitan dengan pekerjaan kita nanti di tempat bekerja.

5. Medical Check Up
Setelah melalui tahap Interview, tahapan medical check up (medcek) adalah tahap krusial yang patut dijalani. Tentu, hal ini dilakukan karena Pertamina ingin pegawai yang dimilikinya sehat walafiat dari atas kepala hingga ujung kaki. Kebugaran fisik merupakan salah satu aspek penting yang diharuskan oleh Pertamina. Bukan hanya karena tunjangan kesehatan yang nanti akan dibayarkan penuh bagi pegawainya, tapi pekerjaan di Pertamina memang menuntut kita untuk memiliki badan bugar.

Kita akan diberikan pengumuman kelolosan paling tidak satu minggu sebelum medical check up. Artinya, kita masih punya waktu 1 minggu untuk mempersiapkan kondisi badan kita semaksimal mungkin. Apa saja yang diperiksa? Semuanya. Dari mulai darah, urin, feses, mata, telinga, paru-paru, jantung, dan keadaan fisik.

Saat saya dulu dites, semua pemeriksaan tubuh dilakukan di laboratorium, berbeda dengan Pertamina Persero yang biasanya ada tes lari di lapangan. 
Sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan, perhatikan asupan makanan semaksimal mungkin. Saat itu, saya sangat menjaga kadar kolesterol di dalam tubuh dengan cara mengonsumsi oatmeal setiap hari. Demi medcek, saya mendadak jogging tiap pagi. Jangan lupa konsumsi sayuran dan susu. Yang jelas, untuk satu minggu sebelum medical check up, lupakanlah makanan yang rasanya 'tidak benar'. Untuk perokok, bisa dikurangi dulu rokoknya sebentar ya biar kuat lari di threadmill nya.. Tapi ingat, jangan sampai kita tidak makan makanan apapun dengan niat 'membersihkan darah'. Justru, makanlah dengan porsi normal, tidak berlebihan, kurangi begadang, dan yang jelas perbanyak asupan makanan yang bergizi.


6. Pengumuman Kelulusan
Tahap terakhir adalah pengumuman kelulusan. Untuk beberapa divisi misalnya Keuangan, mereka diminta untuk wawancara lagi dengan direktur keuangan sebelum pengumuman. Namun, saat itu posisi HR tidak diminta untuk interview lagi. Alhamdulilah, setelah menunggu kurang lebih 1 bulan dari tahapan medcek, pengumuman pun tiba. Hasil diumumkan lewat account Pertamina EP dan juga e-mail. Selain itu, kita juga dikirimi surat dari Pertamina EP langsung ke rumah. Dari situ, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai persiapan kita untuk masuk Pertamina Learning Center nanti.

Jadi begitulah rangkaian proses rekrutmen Pertamina EP yang saya ikuti kurang lebih dari bulan April hingga November 2012. Proses ini memang cukup panjang dan sangat membuat galau para pesertanya. But, believe me, this is really worth it.


Salah satu proses bisnis Pertamina, Pengolahan Minyak.


Di post yang lain saya akan menjelaskan tentang proses bisnis PT Pertamina EP tempat saya bekerja.

Wednesday, March 19, 2014

Apakah kamu orang yang defensif?

Di posting kali ini saya ingin berbagi tentang salah satu jenis tipe dari serangkaian kepribadian dilihat dari bagaimana seseorang menghadapi suatu masalah dan menghadapi kritikan.

What is defensive?
Ada tipe orang yang sangat mudah menerima kritik dari rekan kerja, dari atasan, bahkan dari bawahan tentang perfoma kerjanya. Namun ada juga tipe orang yang sangat sulit menerima kritikan dan bersikeras bahwa perilaku yang dilakukannya tersebut adalah yang paling benar meskipun ternyata perilaku tersebut terbukti salah.
Tipe orang yang kedua ini dinamakan dengan defensif. Meskipun ada alasan untuk menjadi defensif pada situasi tertentu, tapi sifat ini tidak dianjurkan. Kepribadian ini tidak akan membuat kamu sukses, tidak juga membuat kamu memiliki hubungan yang lebih erat dengan orang lain. Menjadi seseorang yang defensif berarti membuat sinyal yang buruk terhadap relasi anda baik di dalam hubungan pekerjaan ataupun sehari-hari. Tipe orang seperti ini mencirikan anda sebagai orang yang tertutup, berpikiran insecure, dan terlalu emosional.

Examples of Defensive Behaviors
Berikut beberapa contoh perilaku yang biasanya dimiliki oleh orang yang defensif..
Apakah ada di antara kamu yang sering merasakan hal seperti di bawah ini?

  1. Apabila saya mendapatkan feedback/ masukan negatif dari orang lain, selalu ada alasan-alasan di kepala saya yang menyatakan bahwa masukan tersebut tidak benar dan perilaku yang saya lakukan sangat beralasan.
  2. Saya sering berbicara dengan cepat dan menyatakan kalimat dengan banyak poin-poin tanpa mengambil jeda untuk bernafas.
  3. Saya sering berhenti mendengarkan apa yang sedang dibicarakan oleh rekan saya (apabila terlintas sesuatu yang tidak saya setujui).
  4. Saya mencari justifikasi bahwa pekerjaan saya tidak berhubungan dengan kemampuan atau usaha yang saya lakukan. (misal dengan berkata bahwa : "Anda tidak memberikan saya waktu yang cukup untuk menyelesaikan ini...", atau "Dia tidak menyediakan ..... agar aku bisa menyelesaikan tugas ini.")
  5. Jantung saya berdetak cepat saat saya mulai mendapatkan feedback/ umpan balik, terutama saat diskusi kelompok.
  6. Saya memulai respon saya terhadap feedback dengan kata 'tapi..'
  7. Saya memberikan respon atas kritik terhadap saya dengan cara mengkritik pekerjaan orang lain juga.
  8. Saya menggunakan sarkasme untuk 'membelokkan' kritikan terhadap saya
  9. Saya melipat kedua tangan saya dan menutupi badan saya dari orang yang memberikan umpan balik/ feedback pada saya.
  10. Saya tersenyum dan mengangguk-anggukan kepala dengan alasan agar orang yang memberi kritikan pada saya cepat selesai bicara 
Bila paling tidak 6 diantara 10 pernyataan tersebut seringkali kamu rasakan, mungkin kamu termasuk kepada golongan orang yang defensif.

If yes, why don't you continue read this... 

Why people become defensive?
Sebenarnya, menjadi defensive merupakan bentuk ekstrim dari mekanisme pertahanan diri, atau dalam Psikoanalisa sering disebut dengan defense mechanism. Setiap manusia yang normal akan memiliki mekanisme pertahanan dirinya masing-masing. Yang membedakan antara manusia satu dengan yang lainnya adalah jenis defense apa yang digunakan. Mengenai jenis defense, lain kali akan saya jelaskan di posting yang berbeda :)

Kebutuhan untuk mempertahankan diri muncul dalam diri seseorang yang defensif. Ia senantiasa mempertahankan hak serta segala sesuatu yg menurut dirinya baik. Jika kebutuhan ini begitu besar dalam diri seseorang melebihi kebutuhan-kebutuhan lainnya maka seseorang dinamakan memiliki kepribadian defensif.
Ciri-ciri orang dengan kepribadian defensif biasanya memiliki prinsip kuat dalam mempertahankan pendapatnya. Ia lebih suka mengerjakan pekerjaannya sendiri tanpa dibantu orang lain. Orang ini terkadang tertutup, sulit untuk bicara dan keras kepala.
Seorang individu yg defensif selalu terbiasa berada pada situasi yang stressful karena ia selalu memiliki dorongan yang kuat untuk 'menahan' mental situasi-situasi yang tidak ia senangi. Apabila tingkat agresifitas individu yg bersangkutan cukup tinggi maka ia akan bertahan dengan melakukan penyerangan. Penyerangan seperti apa yang dimaksud? Bisa jadi bersifat agresif destruktif, atau bahkan sama sekali apatis.

Seseorang yang defensif selalu mencari sesuatu yang dapat menutupi kesalahan diri nya.

Menjadi seseorang yang defensif sebenarnya bukan tanpa alasan. Sifat ini muncul karena latar belakang pengalaman yang kompleks dan melekat kepada kepribadian seseorang. Berikut faktor-faktor yang menjadi alasan mengapa seseorang bisa bersifat defensif.
  • Tidak siap merasakan sakitnya dikritik
Perasaan tidak enak yang muncul saat dikritik akan berdampak berbeda-beda pada setiap orang. Bagi orang yang senang mengembangkan diri dan membuat perbaikan-perbaikan, sebuah kritik bisa menjadi suatu hal yang menyenangkan dan sama sekali tidak menyakitkan. Namun, bagi orang-orang yang defensif, rasa tidak enak saat dikritik akan mengakibatkan proses mentalnya 'disturbed' sehingga muncul perasaan ingin mempertahankan diri.

  • Tidak suka menerima perubahan
Kepribadian seseorang sangat erat kaitannya dengan bagaimana orang tersebut bertindak terhadap perubahan. Dengan mendapat kritikan negatif, ada sesuatu dari luar yang mendorong dirinya untuk melakukan perubahan. Untuk orang yang tidak suka dengan perubahan (biasanya orang yang konvensional, keras kepala, malas untuk berubah) sebuah kritikan bisa menjadi suatu ancaman sehingga perilaku yang dikeluarkan setelah mendapat kritik adalah mempertahankan diri dan malah meyakinkan orang lain bahwa perilakunya yang salah itu benar.

Can we change the defensive personality?  
Merubah kepribadian bukan sesuatu yang mudah, tapi bisa dilakukan dengan perlahan dengan membiasakan diri. Mulailah belajar untuk 'membaca' sinyal diri kamu. Apabila perasaan tidak enak itu muncul saat menerima kritikan, mulailah mengendalikan emosi dan mengontrol nafas. Yakinkan dirimu bahwa kritik yang akan diterima akan membuatmu lebih baik dan memperkaya diri. Pupuklah rasa ingin tahu dan kemauan untuk belajar sesuatu yang baru. Meski terkadang sulit melawan perasaan tidak enak itu, pada akhirnya kamu akan menemukan perasaan yang lega bahwa kamu sudah bisa mengontrol ego mu sendiri. Perlahan tekanan di lingkungan akan menghilang, orang yang dapat mengontrol defensiveness juga dapat meningkatkan kualitas obrolan di dalam sebuah team bahkan meningkatkan nilai kamu dalam sebuah hubungan kerja.

But afterall, penulis juga sedang melawan sifat defensif yang selama ini melekat pada kepribadian. Ada kala nya kita harus belajar menerima kekurangan dan mengisinya dengan pengetahuan baru yang jauh lebih bermakna :)




Sumber :
- Psychology Today http://www.psychologytoday.com/blog/making-your-team-work/201403/are-you-being-defensive
- Blogger : http://sitaskndr.blogspot.com/2012/02/12-kepribadian.html
- Dan pengalaman pribadi :p