Blog ini berisi tulisan dan artikel menarik seputar Pengelolaan Sumber Daya Manusia, Psikologi serta Dunia Kerja.
Mari berbagi ilmu dan pengalaman anda di sini!

Monday, October 26, 2015

Rahasia Sukses Karyawan Google dan Amazon : Bersyukur.

Google dan Amazon merupakan perusahaan yang bisa jadi memiliki banyak data pekerja dibandingkan dengan perusahaan modern lainnya. Keduanya memiliki kesamaan yakni memiliki pekerja yang banyak dan organisasinya hampir bisa disentuh di seluruh dunia. 
Dilakukan penelitian mengenai pekerja sukses yang bekerja di bawah perusahaan Google dan Amazon. Ternyata kesamaan diantara mereka adalah mereka termasuk orang yang bersyukur.
Karyawan yang senantiasa bersyukur atas pekerjaannya saat ini dinilai lebih sukses dan bahagia dibandingkan karyawan lain yang tidak memiliki sifat ini. Di perusahaan Amazon, mereka yang merasa dirinya 'beruntung' dapat bekerja dan memiliki kehidupan yang baik saat ini dinilai lebih sukses. Konsep yang sama, hanya berbeda kata.

Inti dari perasaan bersyukur ini adalah dapat melihat dunia sebagai tempat yang penuh dengan kesempatan. Orang yang bersyukur dapat melihat sisi baik dari setiap sisi kehidupan dan pekerjaannya. Bahkan ketika menemui kesulitan dalam pekerjaannya, orang-orang semacam ini tidak mudah stres karena melihat kesulitan sebagai peluang untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas dirinya.
Mindset seperti ini yang dapat kita kembangkan dalam kehidupan. Jennifer McCrea, seorang peneliti dari Harvard tengah mengembangkan pelatihan dengan anak-anak pada malam hari agar lebih meningkatkan rasa syukur kita setiap hari. Ia menyebutnya dengan SIM : Surprised, Inspired, and Moved.
Setiap hari luangkan waktu sendiri atau bersama rekan untuk mereflesikan diri mengenai apa yang mengejutkan kita, menginspirasi kita dan mendorong kita hari ini? Dengan menanyakan hal-hal tersebut kepada diri kita sendiri, hal ini dapat membuat kita lebih sadar dengan hal-hal kecil yang sebenarnya bermakna di kehidupan kita, yang seringkali tidak kita anggap sebagai suatu hal yang penting. Padahal, sesuatu yang patut disyukuri terkadang kita anggap bukanlah sesuatu hal yang besar tetapi sebenarnya sangat berarti bagi kita. Kebiasaan ini akan membuat kita menyadari tujuan dari segala hal yang terjadi tidaklah sia-sia. Apa yang kita dapatkan di dunia ini ternyata ada tujuannya. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu bersyukur sehingga dapat selalu berbahagia dan mencapai kesuksesan.

Sumber : Psychology Today


Tingkatkan Worklife Balance dengan cara-cara ini

Keseimbangan kehidupan pekerjaan dan kehidupan di luar pekerjaan sangat dibutuhkan untuk kualitas hidup yang baik. Namun banyaknya load pekerjaan dan minimnya waktu terkadang membuat kita saat ini tidak bisa menentukan sikap apa yang harus dilakukan untuk menemukan worklife balance.
Berikut cara-cara yang dapat kita lakukan untuk menemukan worklife balance

1. Take a break

Take a break time!

Tidak perlu merasa bersalah untuk melakukan istirahat sejenak di tengah-tengah pekerjaan. Menurut penelitian, setelah setiap 1 jam bekerja kita membutuhkan setidaknya 15 menit untuk beristirahat. Gunakan waktu istirahat ini dengan optimal tanpa mengganggu pekerjaan lainnya. Dengan rehat yang berkualitas akan meningkatkan kualitas kerja kita sehingga pekerjaan akan lebih mudah diselesaikan.
Anda dapat melakukan jalan sejenak di luar kubikel anda, sekedar menghirup udara segar di luar, atau membuat kopi di pantry.

2. Buatlah Pekerjaan Menjadi Lebih Efisien

Technology does help

Beberapa pekerjaan mungkin dapat dilakukan dengan lebih efisien apabila kita menggunakan sumber daya yang ada. Misalnya, tidak perlu menemui rekan kerja yang terlalu jauh (misalnya berbeda lantai) dalam menyelesaikan suatu permasalahan, anda bisa menggunakan telepon untuk tetap berkomunikasi, bisa juga menggunakan video call yang biasanya sudah disediakan oleh beberapa perusahaan. Selain menjadi lebih efisien, bekerja juga jadi lebih memudahkan kita. 

3. Hati-hati dengan Work Inertia


Kecenderungan untuk melakukan tugas terus menerus sampai selesai memang terkadang sangat menantang. Terutama untuk pekerja berkecenderungan perfeksionis, rasanya tidak puas apabila belum menyelesaikan semua tugas dalam satu hari. Namun hal ini dapat dihindari, selain berdampak pada kualitas kerja yang buruk, hal ini juga dapat mengganggu keseimbangan hidup anda di luar kerja dan membuat anda cepat lelah.


4. Tepat Waktu


Usahakan mengerjakan setiap hal tepat waktu. Dari mulai masuk kerja, waktu istirahat, dan waktu pulang. Tepat waktu membuat anda dapat mengerjakan lebih banyak hal lain di luar pekerjaan anda sehingga perhatian anda akan terbagi ke kehidupan nyata anda dari pada ke kehidupan kerja anda. Tidak perlu merasa bersalah apabila setelah bel pulang anda langsung pergi meninggalkan kantor apabila pekerjaan anda sudah selesai semua. Perusahaan membayar anda untuk bekerja sesuai waktu kerja yang diberikan. Di luar waktu kerja tersebut, anda berhak untuk mendapatkan kebahagiaan di bagian hidup anda yang lain.







Monday, October 5, 2015

4 Hal yang harus dihindari dalam Menjawab Pertanyaan Interviewer : 'Apakah anda pernah berbuat salah?'

Interview adalah tahapan rekrutmen yang umum dilakukan 

Interview merupakan tahapan rekrutmen yang hampir pasti dilakukan oleh setiap perusahaan. Menjaring informasi secara kualitatif melalui interview sangat membantu rekruter untuk menggambarkan secara spesifik perilaku kandidat pekerjanya di masa depan. Pertanyaan yang seringkali ditanyakan oleh rekruter adalah : "Apakah anda pernah berbuat kesalahan pada saat bekerja?"

Sebenarnya hal ini menjadi tricky bagi calon kandidat, karena apabila salah menjawab maka rekruter akan melihat anda tidak capable dalam mengerjakan tugas. Namun, seperti pertanyaan interview yang lain, hal ini harus dijawab dengan jujur dan bijak.
Berikut kesalahan yang mungkin terjadi dan tentunya harus dihindari dalam menjawab pertanyaan seperti ini :

1. Berbohong mengenai kesalahan di masa lalu
Kadang ada kandidat pekerja yang merasa tidak pernah berbuat salah dan ingin dilihat benar oleh rekruter sehingga ia mengada-ada dalam menjawab pertanyaan. Ingat, dengan berbohong hanya akan membuat anda menjadi lebih tenggelam dalam kesalahan, karena rekruter akan mengejar jawaban anda lebih spesifik lagi untuk menggambarkan perilaku anda di masa lalu.

2. Menyalahkan orang lain atas kesalahan
Hal ini sering terjadi karena anda tidak ingin dinilai sebagai penyebab utama terjadinya kesalahan. Padahal dengan menyalahkan orang lain, anda bisa jadi dinilai tidak bijak dalam menanggapi masalah, hal ini juga bisa mencerminkan kualitas relasi anda dengan teman kantor nantinya.

3. Menyalahkan perusahaan
Lebih buruk lagi, seorang kandidat bisa jadi menyalahkan perusahaan karena kesalahan yang diperbuatnya. Hal ini bisa dilihat sebagai kualitas anda beradaptasi dengan budaya baru yang lebih besar di luar kontrol anda. Bagaimanapun juga perusahaan adalah tempat anda bernaung, sudah seharusnya anda yang menempatkan diri dengan benar di posisi tersebut bukan menyalahkan perusahaan atas kondisi yang ada.

4. Tidak mau mengakui kesalahan pribadi atau tim nya.
Terkadang ada kandidat pekerja yang menjelaskan kesalahan dengan tidak jelas dan tidak mau mengakui kesalahan tersebut sebenarnya ada pada dirinya sendiri atau timnya. Perilaku seperti ini harus dihindari karena bagaimanapun juga rekruter ingin mengetahui sejauh mana anda dapat menyelesaikan suatu permasalahan agar dapat diketahui langkah apa yang akan anda ambil bila menemui permasalahan di masa depan.

Tujuan dilakukannya pertanyaan seperti ini oleh interviewer ialah untuk menganalisa perilaku konkrit seperti apa yang dilakukan oleh kandidatnya dalam menyelesaikan masalah. Hal ini bisa melihat aspek problem solving, komunikasi, resistensi, defense dan hal-hal yang tersembunyi lainnya dalam manusia. Namun hal ini tidak perlu dikhawatirkan, setiap manusia pasti pernah berbuat kesalahan namun hal yang terpenting ialah menjelaskan langkah yang sudah anda ambil untuk keluar dari permasalahan itu dengan bijaksana dan dapat mengakui kesalahan anda untuk dijadikan pelajaran berharga di masa depan.

Remember, experience is the best teacher, and it can't easily earned without something you pay.