Blog ini berisi tulisan dan artikel menarik seputar Pengelolaan Sumber Daya Manusia, Psikologi serta Dunia Kerja.
Mari berbagi ilmu dan pengalaman anda di sini!
Showing posts with label psikotes. Show all posts
Showing posts with label psikotes. Show all posts

Monday, December 28, 2015

Tips penting lulus tes masuk Pertamina

Kantor Pusat Pertamina (Persero) Jl. Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.

Banyak yang bertanya pada saya mengenai tips/ kiat khusus menjalani tes di Pertamina. Sebelum mengikuti tahapan rekrutmen BUMN migas khususnya Pertamina, yuk perhatikan beberapa tips berikut ini biar prosesnya lebih lancar dan mantap.

1. Ikuti semua persyaratan dasar administrasi


Dalam rekrutmen, Anak perusahaan Pertamina mensyaratkan hal yang mungkin berbeda dengan anak perusahaan lainnya. Usahakan semua persyaratan administrasi dilalui dengan baik dan selengkap-lengkapnya. Apabila diminta TOEFL, maka lakukan tes TOEFL, bukan TOEIC, prediction atau yang lain. Jangan lupa sertakan Surat kesehatan dokter, atau Surat Kelakuan baik dari Kepolisian apabila memang diminta. Ingat, kamu akan bersaing dengan ribuan peserta lainnya. Maka, persiapkan kelengkapan administrasi dengan sebaik-baiknya. Namun, tidak perlu menyertakan sertifikat yang tidak perlu. Apabila kamu sangat ingin menyertakan sertifikat yang penting menurutmu, pilih maksimal 2 (dua) yang cukup mewakili kompetensimu saat ini. Apabila berlebihan, kamu akan dianggap over confidence oleh recruiter.


2. Jangan ngotot dengan nilai yang kurang
http://recruitment.pertamina.com/

Apabila minimal IPK yang diminta oleh Pertamina adalah (misalnya) 3.00 sementara IPK kamu ternyata 2.95 maka kamu tidak perlu ngotot untuk mengirimkan lamaran. Dari segi administrasi kamu sudah berada di  luar populasi pencarian kandidat oleh perusahaan. Rekruter pun tidak akan lagi melihat kelengkapan dokumen lainnya. Ingat, kamu bersaing dengan ribuan (bahkan puluhan ribu) orang di luar sana yang mungkin IPK nya di atas 3.5
Begitu pula dengan nilai TOEFL atau batas kelulusan lainnya. Apabila ada salah satu yang kurang dari persyaratan, biasanya perusahaan tidak akan memberikan toleransi.
Ingat, rejeki sudah ada yang mengatur.

3. Latihan tes bahasa Inggris. 

Meskipun sudah dilampirkan dokumen TOEFL yang diminta oleh rekruter, tes bahasa inggris biasanya akan dilakukan. Ada 2 kemungkinan tes yang harus dilakukan : online atau langsung. Dilihat dari segi kemudahannya, memang tes online akan sangat lebih mudah karena kita hanya diminta mengerjakan beberapa soal pilihan ganda di depan komputer. Namun tes bahasa inggris langsung juga sering dilakukan oleh Pertamina (kerjasama dengan pihak ke tiga). Untuk melakukan tes ini, persiapkan latihan sebanyak-banyaknya mencakup grammar, vocabulary, dan yang paling penting adalah Listening karena kita kadang kesulitan mendengarkan native english secara langsung. Semakin banyak soal yang kita santap, semakin encer otak kita dalam menerima soal-soal lainnya.

4. Persiapkan mental dan fisik untuk tes psikologi/ psikotes  


Ingat, psikotes adalah kegiatan ‘memotret’ kondisi psikologi seseorang (mencakup intelegensi dan kepribadian). Oleh karena itu,  persiapkan potret diri kamu sebaiknya dengan melakukan hal berikut :
- TIDAK berlebihan saat sarapan. Kurangi karbohidrat yang banyak karena akan mengakibatkan ngantuk 
- Tidur 8 jam sebelum psikotes, menurut penelitian jam waktu tidur seperti ini paling ideal untuk merelaksasi pikiranmu nantinya.
- Persiapkan alat tulis : pensil HB, pensil 2B, bolpoin, penghapus, rautan, dan papan alas tulis.
Psikotes yang paling sering digunakan adalah yang berkaitan dengan kata-kata/kalimat, hitungan, dan menggambar.

5. Tidak terlambat pada saat menghadiri tes 

Usahakan datang minimal 15 menit sebelum jadwal tes. Setengah jam sebelum tes adalah waktu yang ideal. Apabila kita belum tahu tempat tes nya, pastikan minimal sehari sebelumnya kita sudah mengetahui alamat  tempat tes yang jelas. Terlambat pada saat menghadiri tes akan mengakibatkan konsentrasi kamu terhambat, lagi pula ada jenis tertentu yang tidak membolehkan pesertanya sedikitpun terlambat.

6.  Persiapkan penampilan terbaik saat interview

Penampilan sangat menunjang kamu agar sukses interview baik dengan user maupun management. Untuk pria, gunakan kemeja polos, celana bahan, dan sepatu pantofel yang bersih. Kamu dapat menambahkan dasi dengan motif simple untuk kesan yang lebih rapi dan profesional. Hindari penggunaan kemeja flanel, motif berlebihan atau jeans. Meskipun nantinya kamu bisa jadi ditempatkan di lapangan, management Pertamina akan menjadikan kamu sebagai leader sehingga kamu harus siap memiliki penampilan yang rapi. Untuk perempuan, kamu bisa menggunakan kemeja/ blouse yang tidak terlalu ketat, rok panjang/ pendek maksimal selutut dengan warna gelap. Jangan berlebihan dalam make up. Usahakan untuk terlihat rapi dan professional. Jangan lupa bawa CV kamu sebagai bahan materi yang bisa kamu ceritakan kepada interviewer.
Namun hal yang terpenting pada saat interview adalah kemampuan kamu untuk menjawab pertanyaan. Simak tips interview nya di post sebelumnya.
Perhatikan juga tips interview kami lainnya di sini http://idolovemyjob.blogspot.co.id/2015/10/4-hal-yang-harus-dihindari-dalam.html

7. Nothing to lose

Proses rekrutmen di Pertamina memerlukan waktu yang cukup lama dari awal hingga akhir. Namun,percayalah bahwa setiap rencana Tuhan akan dilepaskanNya satu persatu di saat yang tepat. Jangan tutup kemungkinan lain yang mungkin muncul di hadapanmu pada saat menjalani kegiatan rekrutmen. Pastikan kamu memiliki komitmen dan pertimbangan yang matang dalam memutuskan sesuatu.
Berikan usahamu yang optimal, sisanya serahkan pada Tuhan YME. Bersiaplah menjadi energi terbarukan Pertamina!



Wednesday, December 23, 2015

Psikotes dalam Rekrutmen, perlukah?

Psikotes bukanlah barang yang aneh buat para HRD dalam menjaring kandidat terbaik dalam suatu posisi yang vacant. Selain kemampuan dan kompetensi yang memadai mengenai tugas dan jabatan di posisi tersebut, kepribadian juga dinilai penting untuk memasukkan seseorang di posisi tertentu. Menagapa?

Psikotes adalah alat yang mampu melihat kepribadian seseorang yang mungkin muncul dalam kondisi-kondisi tertentu saat bekerja di posisinya nanti. Oleh karena itu karena kegunaannya yang dapat memprediksi kemungkinan tersebut psikotes sering dijadikan alat ampuh bagi para HRD dalam merekrut karyawan.

Tapi banyak orang yang tidak memiliki pendapat senada dengan para praktisi psikologi. Ada golongan yang menganggap bahwa kepribadian bukanlah suatu hal yang penting sejauh orang tersebut dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan mungkin bisa diselesaikan dengan melakukan interview/ wawancara.

Proses Psikotes dalam Rekrutmen di ruangan yang besar

Memang, untuk posisi tertentu hal ini bisa saja terjadi. Namun, untuk menjaring kualitas pekerja terbaik sehingga perusahaan tidak membeli kucing dalam karung, psikotes sebaiknya dilakukan dengan tujuan untuk :


  • Mempelajari latar belakang seseorang (melalui Riwayat Hidup)
  • Mempelajari kepribadian seseorang dilihat dari berbagai aspek
  • Mengetahui prediksi perilaku yang mungkin dilakukan oleh seseorang apabila menghadapi kondisi tertentu


Alat tes psikologi berbeda-beda tipe nya, dan beda pula tujuan penggunaannya. Maka dari itu, semakin banyak alat tes yang diberikan kepada seseorang, semakin banyak pula informasi yang dapat digali dari orang tersebut. Tidak heran untuk perusahaan-perusahaan besar sekarang memerlukan waktu untuk melakukan psikotes yang cukup panjang bagi calon pekerjanya.


Apakah hasil tes psikologi akurat?

Pertanyaan ini tentu akan berkaitan dengan berbagai faktor antara lain bagaimana kualitas alat tes yang digunakan, bagaimana cara penyampaian tes dari tester, bagaimana kondisi ruangan tes nya apakah dapat menunjang konsentrasi testee/ tidak. Belum lagi faktor internal dari testee sendiri, seperti kesehatannya, kesiapannya dalam menerima tes (sudah makan/ belum dll). Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam 'memotret' kondisi seseorang dalam psikotes, semua faktor tersebut harus diperkecil kemungkinan gangguannya. 

Tidak ada benar atau salah dalam psikotes. Benarnya seseorang menjawab pertanyaan dalam psikotes berarti orang tersbut mampu 'menanggapi' rangsang yang dibuat oleh psikolog. Ketidakmampuan seseorang dalam menjawab pertanyaan seseorang dapat diartikan bahwa orang tersebut 'belum atau tidak mampu' dalam menanggapi rangsang, dan hal tersebut akan terpeta kan dalam kepribadian tertentu. Oleh karena itu, jangan khawatir untuk memberikan pernyataan yang sejujur-jujurnya dan seoptimal mungkin dalam mengerjakan psikotes. Semakin murni kejujuran seseorang, semakin akurat hasil psikolog dalam menilai orang tersebut.
Oleh karena itu, bersikaplah dewasa dalam menyikapi tes psikologi. Persiapkan fisik dan mental sebaik-baiknya untuk beberapa jam saja di mana anda akan 'dipotret' keadaan psikologisnya. Tidak lulus psikotes bukan berarti anda tidak mampu menjabat posisi tersebut, namun bisa jadi kepribadian anda memang tidak cocok berada di sana sehingga malah memperburuk kondisi kepribadian bahkan kehidupan anda nantinya apabila dipaksakan.

Monday, September 28, 2015

Memahami Tes Pauli

Sebelum lebih jauh membahas tentang tes Pauli yang dilakukan dalam rekrutmen, ada baiknya kita memahami tujuan dari Psikotes. Psikotes adalah suatu metode yang digunakan untuk dapat memotret kepribadian seseorang untuk tujuan tertentu. Mengapa kepribadian perlu dipotret? Tentu saja hal ini penting agar suatu perusahaan tidak ‘membeli kucing dalam karung’. Apa tujuan dilakukannya psikotes? Bisa untuk keperluan rekrutmen, bisa untuk mengetahui bakat, atau mengukur kompetensi seseorang. 
Manusia adalah makhluk hidup yang sangat kompleks dari mulai segi fisik dan nonfisiknya. Salah satu jalan untuk ‘menebak’ manusia dari segi mental adalah melalui psikotes. 

Namanya tebak-tebakan, belum tentu 100% akurat. Itulah sebabnya psikotes dibuat secara teliti dan rumit, tujuannya agar tebakan assessor kepada individu tersebut terjawab dengan benar seoptimal mungkin. Tentu saja kemampuan seseorang tidak bisa 'dipotret' sekali jadi. Tidak ada alat ukur psikotes yang bisa memotret semua aspek kepribadian seorang manusia dengan sempurna. Setiap alat psikotes mempunyai kelebihannya sendiri-sendiri. Ibarat kamera, ada perbedaan antara kamera DSLR atau kamera analog dalam memotret gambar, dilihat dari segi ketajamannya, warna nya, atau kemudahan penggunaannya.

Beda jenis kamera, beda pula ketajaman gambarnya.

Begitu pula dengan psikotes. Setiap alat tes memiliki keunggulan masing-masing untuk memotret ‘segi’ tertentu dari mental manusia. Kali ini kita akan membahas alat tes Pauli.

Alat tes Pauli adalah penyempurnaan dari alat tes Kraeplin yang diciptakan oleh Emil Kraeplin di akhir abad 19 dengan tujuan untuk mendiagnosa gangguan otak seperti Demensia dan Alzeimer. Tes Pauli dibuat oleh Richard Pauli dkk pada tahun 1951 dengan metode yang lebih kompleks sehingga meningkatkan validitas dan realibilitas alat ukur kraeplin.

Pada sekarang ini alat tes pauli merupakan alat tes yang sangat populer digunakan oleh kalangan praktisi psikologi untuk mengukur beberapa aspek mental manusia. Alat tes ini mampu mengukur : 
  • Aspek ketekunan (daya tahan) - Tes ini mampu menguji seberapa tangguh seseorang mengatasi masalah yang kompleks dan ambigu, dalam waktu yang terbatas, dan bagaimana tingkat stabilitasnya.
  • Aspek motivasi - Tes ini mampu mengukur kemauan dan motivasi seseorang ketika melakukan hal-hal yang rumit dan khusus
  • Aspek Emosi - Tes ini mengukur kemampuan seseorang untuk mengelola emosi dan mengendalikan diri ketika sedang dalam keadaan underpressure.
  • Aspek penyesuaian - Tes ini dapat digunakan untuk mengukur kecepatan seseorang dalam menyesuaikan atau beradaptasi dengan sesuatu yang mungkin benar-benar baru.
  • Aspek stabilitas diri - Tes ini mampu mengukur kualitas stabilitas kerja seseorang dari waktu ke waktu.


Itulah mengapa kebanyakan perusahaan menggunakan alat ukur ini dalam kegiatan recruitment karena tingkat validitasnya cukup tinggi dari masa ke masa dibandingkan alat ukur kemampuan lainnya yang melibatkan budaya-budaya/ latar belakang tertentu dalam menjawab persoalan. Alat ukur ini hampir bisa dipergunakan oleh semua kalangan berpendidikan dari latar belakang manapun.

Situasi Psikotes yang diikuti oleh berbagai kalangan dan latar belakang individu.

Bagaimana pengerjaan tes ini? 

Seperti yang kita ketahui, tes ini memerlukan alat bantu khusus yang hanya dimiliki oleh kalangan Psikolog. Alat tes ini tidak dijual bebas dan hanya dikeluarkan oleh Psikolog yang bertanggung jawab di bidangnya. Pada dasarnya alat ukur ini sangat sederhana, hanya membutuhkan kemampuan berhitung dan mendengarkan instruksi. Oleh karena itu hampir semua orang yang mampu menulis dan menghitung akan dapat mengerjakan tes ini. 
Secara umum saya gambarkan alat ukur tersebut terdiri atas banyak angka-angka, dan tugas subjek hanyalah menjumlahkan setiap dua buah angka, dan menuliskan jawabannya. Namun kepada setiap orang akan diberikan batas waktu tertentu untuk dapat mengerjakan tugas ini sebanyak-banyaknya dan seteliti mungkin. Oleh karena itu desain pembuatan alat bantu tes ini juga dibuat seoptimal mungkin agar subjek dapat mengerjakan dengan cepat.

Mengapa harus sebanyak-banyaknya? Hal ini akan mengukur seberapa besar kemampuan kita dalam mengerjakan tugas yang banyak.
Mengapa harus seteliti mungkin? hal ini akan mengukur seberapa baik kualitas kita dalam mengerjakan suatu pekerjaan. 

As simple as that.

Apakah ada trik khusus dalam mengerjakan alat tes ini?
Tidak ada. 
Semua orang akan dapat mengerjakan tes ini dengan baik selama ia mendengarkan instruksi dari asesor. Perihal batas minimal hasil kerja, hal itu sangat tergantung dari tujuan dilakukannya tes ini. Apabila tes ini hanya digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang, tentu tidak ada istilah batas lolos dan tidak lolos. 
Ibarat sebuah potret wajah, tidak ada potret wajah yang lolos atau tidak lolos, semua potret wajah itu baik, tergantung untuk keperluan apa potret wajah itu dibuat. Namun, bila potret wajah dicetak untuk kepentingan rekrutmen agensi model, tentu wajah itu harus mulus, putih bersih dan tak bernoda.

Untuk rekrutmen perusahaan sendiri, hal tersebut tergantung kebutuhan posisi di perusahaan itu. Tentu posisi jabatan seorang Petroleum Engineer menuntut ketelitian dan mampu mengerjakan tes pauli lebih banyak dari pada seorang cleaning service. See the difference?

Bagaimana pemeriksaan tes pauli oleh Asesor?

Banyak yang bertanya mengenai metode yang dilakukan psikolog untuk memeriksa pengerjaan tes ini. 

Apakah kami memeriksa hasil penjumlahan? Ya.
Apakah kami memeriksa ada penjumlahan yang terlewat? Ya.
Apakah kami memeriksa kejelasan penulisan angka-angka oleh subjek? Ya.

Para psikolog dilatih untuk dapat memeriksa hasil pengerjaan tes seoptimal mungkin. Karena validitas sebuah alat tes tidak akan lepas dari kemampuan asesor dalam memberikan penilaian yang objektif dan reliable. Seberapa kecilpun anda mencoba untuk membuat kecurangan dari pengerjaan tes ini, seorang asesor yang cermat dan berpengalaman akan dapat mengetahuinya. Oleh karena itu kerjakanlah tes ini seoptimal mungkin, sebaik-baiknya sesuai dengan metode yang hanya diinstruksikan oleh asesor. Para psikolog juga tentu telah memiliki alat bantu dan sistem yang dapat memetakan laporan kepribadian dengan akurat.

Sebagai praktisi psikologi saya tidak dapat memberitahukan bagaimana cara alat tes ini diperiksa. Begitu banyak blog di luar sana yang menjelaskan hal itu bila anda benar-benar ingin tahu. Hal itu terserah kepada anda, mau memotret diri anda dengan kamera yang tajam dan akurat, atau anda ingin membuat potret diri anda penuh editan photoshop sehingga membuat orang lain tidak bisa mengenal diri anda lagi. :D 

Real Picture vs Photoshopped Picture :D


Tuesday, July 29, 2014

Recruitment Process of Pertamina EP (reblog from my old blog)

Reblog dari posting saya terdahulu di blog lama saya tanggal 19 Desember 2012..
mudah-mudahan bermanfaat.



Alhamdulilah kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang proses perekrutan pegawai baru untuk Pertamina EP yang saya pernah rasakan selama hampir 6 bulan terakhir.
Sudah hampir 3 minggu ini saya dididik sebagai BPS Supporting PT. Pertamina EP untuk fungsi Human Resource Development dengan melakukan beragam rangkaian pendidikan sampai 6 bulan ke depan. Tapi sebelum saya share tentang pendidikan calon pegawai Pertamina yang sering disebut dengan BPS (Bimbingan Profesi Sarjana), saya ingin berbagi sekelumit pengalaman tentang proses rekrutmen sebelum menjadi BPS. Mudah-mudahan penjelasan ini akan mempermudah orang-orang yang ingin meniti karir di Pertamina, khususnya Pertamina EP.

FYI, secara umum, sebetulnya proses rekrut BPS Pertamina EP jauh lebih singkat dan mudah dari pada Pertamina Persero yang notabene lebih sering membuka rekrutmen setiap tahunnya. Namun, karena pembukaannya sangat terbatas dan jumlah kandidat juga dibatasi, sepertinya proses ini berlangung sangat ketat dan hanya orang-orang yang punya nilai 'plus' yang dipilih menjadi BPS PEP.

Sebelumnya, saya ingin menjelaskan dulu dengan singkat kenapa saya memilih Pertamina untuk jadi perusahaan tempat saya bekerja. Of course, Pertamina adalah perusahaan BUMN terbesar di Indonesia yang bergerak dalam bidang migas. And I guess, it would be great if Pertamina become my first company to work, and also the last. Hehehe. Jadi, lolos untuk jadi bagian dari BPS adalah one of my biggest achievement in my life :')

Actually, sebelum bekerja, saya cukup sering terlibat dalam proses rekrutmen awal untuk Pertamina, baik itu bagian hulu (Pertamina EP) atau hilir (Pertamina Persero) karena pernah bekerja sebagai associate di Biro Psikologi Universitas Padjadjaran. Dengan latar belakang pendidikan dan skill yang saya miliki, saya terbiasa menjadi Recruitment Officer dalam proses Psikotest.

Ada beberapa tahap yang saya lalui dalam proses ini, satu-persatu akan saya jelaskan sebagai berikut.

1. Online Register
Di tahap awal, kita diharuskan mendaftarkan diri kita dan segala kelengkapan berkas yang kita miliki secara online di rekrutmen.pertamina-ep.com selengkap-lengkapnya. Jangan sampai ada satu hal pun yang tidak diisi, karena kelengkapan data merupakan salah satu syarat kita untuk lolos ke tahap berikutnya.

Pengumpulan data secara online ini memudahkan tim rekrutmen untuk menyortir siapa saja yang lolos tahapan administrasi dan siapa saja yang tidak. Perlu diketahui, IPK minimal untuk penerimaan pegawai Pertamina saat ini adalah 3.00 untuk BPS, dengan nilai TOEFL (bukan prediction test) minimal 475. Asal Universitas bukan menjadi syarat utama penerimaan. Cukup banyak lulusan universitas swasta yang bergabung di Pertamina, juga bukan berarti universitas ternama akan menjadi prioritas. 

2. Tes Online Bahasa Inggris
Setiap pengumuman tahapan tes akan diberitahukan melalui web resmi Pertamina EP. Oleh karenanya, kita diharuskan untuk sering mengecek account kita untuk mengetahui kelanjutan proses application masing-masing. 
Setelah lolos tahapan administrasi, kita diminta untuk melakukan tes online bahasa Inggris dengan cara mengerjakan tes selama 90 menit di halaman web tertentu.

Tes bahasa Inggris yang diberikan berupa multiple choice dan akan sangat banyak kesempatan bagi kita untuk membuka kamus atau google translate. Namun untuk efisiensi, saya sarankan untuk tidak menggunakan tools apapun karena akan mempersulit kita dalam pengerjaan. Tes yang diberikan cukup sederhana, berkaitan dengan vocabulary juga grammar. Tes ini dapat dilakukan kurang dari 1 jam bila sungguh-sungguh. Bila sebelumnya belum terbiasa dengan tes online, kamu bisa mencari latihan soal TOEFL bahasa inggris di internet dengan latihan mengkroscek hasil pengerjaan dengan kunci jawabannya.

3. Psikotes
Sampai tahap ini, peluang kelulusan masih sangat tinggi. Bila sudah lolos tahapan tes online bahasa Inggris, kamu akan diminta untuk mengikuti Tes Psikologi di kota terdekat dengan domisili yang kamu submit pada saat pendaftaran. Karena saya tinggal di Cimahi Selatan, maka saya mengikuti Psikotes di Bandung. Kebetulan saya tes di BPIP Unpad, Dago.
Apa saja yang dites?
Sampai saat ini Pertamina masih melakukan tes psikologi dengan alat tes umum yang cukup sering digunakan di berbagai proses rekrutmen perusahan. Sebagai bocoran, yang digunakan adalah alat tes intelegensi, grafis, dan ketahanan kerja. 

Saya akan membagi pengetahuan tentang salah satu tes yang dilakukan, yaitu mengenai tes Pauli.
Pernah lihat tes menjumlahkan angka dari atas ke bawah dengan ukuran kertas superbesar? Nah itu yang dinamakan Pauli.
Untuk standar Pertamina, penghitungan yang harus kita peroleh adalah minimal sebanyak 2700 angka. Artinya, kita harus melakukan paling tidak lebih dari 2700 penjumlahan dengan akurat. Untuk satu halaman yang kita kerjakan, kita sudah mengerjakan 2000 penjumlahan, artinya dengan mengerjakan 1,5 halaman pauli sebetulnya kita sudah dinilai rata-rata baik. Jangan lupa, perhatikan akurasi penjumlahan  semaksimal mungkin. Jangan sekali-kali berpikir bahwa ada cara cepat atau cara paling mudah untuk mengerjakan Pauli. Sesungguhnya, para skorer terutama para Psikolog yang memeriksa hasil pengerjaan kita akan tahu mana yang dilakukan dengan serius dan mana yang dilakukan dengan cara-cara curang. Oleh karenanya, bekerjalah sebaik mungkin dari atas ke bawah, kolom demi kolom.

Saran dari saya, persiapkan kemampuan fisik dan non fisik semaksimal mungkin. Keluarkanlah potensi maksimal kamu dalam berpikir juga mengingat. Jangan lupa untuk menggunakan kreativitas. Semua hal akan baik bila dikerjakan dengan sungguh-sungguh.
Sebenarnya akan sangat banyak aspek yang harus diperhatikan saat psikotes, namun untuk lebih jelas silakan baca post saya yang lalu tentang psikotes di sini. Yang jelas, buatlah hasil tes tersebut sesuai dengan kepribadian anda, bukan aturan dari buku-buku primbon, atau tips-tips psikotes yang tidak jelas asal-usulnya.


4. Interview
Tahap selanjutnya adalah tahap wawancara. Di tahap ini cukup banyak peserta yang terkena cutting sehingga hanya tersisa kira-kira 10-20% saja dari total peserta di tahapan sebelumnya. Waktu itu, karena saya melamar untuk posisi HR, saya diwawancara langsung oleh Recruitment specialist juga Vice President dari HR Pertamina EP. Di sini, kita dituntut untuk dapat menjual diri kita dengan sangat baik agar pihak Pertamina 'tertarik' untuk membeli kita dan mengambil manfaat dari kemampuan yang kita miliki untuk perusahaannya.
Di Pertamina EP sendiri, saya merasa proses rekrutmen ini berjalan cukup unik dan agak-agak berbeda dengan interview yang lainnya. Di perusahaan lain, dalam interview saya lebih sering ditanya tentang pendidikan formal, kemampuan akademik, dan lain sebagainya. Namun, saat interview di PEP, saya justru diminta untuk menyanyi. Yap, MENYANYI.
Sebelum interview, biasanya kita diminta untuk mengisi formulir riwayat hidup selengkap mungkin sampai tentang hobby dan cita-cita kita. Saya senang bermain musik, pernah bergabung dalam band, dan menyukai hal-hal yang berhubungan dengan hiburan. Oleh karenanya, saya merasa hal itu cukup unik untuk disampaikan. Pihak recruiter tampaknya cukup tertarik dengan itu sehingga saya diminta menyanyi.

Saran saya, jelaskanlah kemampuan kita dari mulai akademis sampai non akademis yang menjadi nilai plus diri kita sekaligus pembeda diri kita dengan orang lain. Pertamina EP membutuhkan orang-orang yang out of the box, yang mengetahui kelebihan dirinya meskipun sederhana tapi bisa menonjolkannya di depan orang banyak. Di angkatan saya sendiri, ada orang-orang unik yang memang memiliki nilai tambah, misalnya juara billiar, atau olahraga lain. Namun tentu selain itu kita juga harus capable untuk melakukan tugas-tugas yang berkaitan dengan pekerjaan kita nanti di tempat bekerja.

5. Medical Check Up
Setelah melalui tahap Interview, tahapan medical check up (medcek) adalah tahap krusial yang patut dijalani. Tentu, hal ini dilakukan karena Pertamina ingin pegawai yang dimilikinya sehat walafiat dari atas kepala hingga ujung kaki. Kebugaran fisik merupakan salah satu aspek penting yang diharuskan oleh Pertamina. Bukan hanya karena tunjangan kesehatan yang nanti akan dibayarkan penuh bagi pegawainya, tapi pekerjaan di Pertamina memang menuntut kita untuk memiliki badan bugar.

Kita akan diberikan pengumuman kelolosan satu minggu sebelum medical check up. Artinya, kita masih punya waktu 1 minggu untuk mempersiapkan kondisi badan kita semaksimal mungkin. Apa saja yang diperiksa? Semuanya. Dari mulai darah, urin, feses, mata, telinga, paru-paru, jantung, dan keadaan fisik. 
Pertamina EP biasanya melakukan semua pemeriksaan tubuh di laboratorium. Berbeda dengan Pertamina Persero yang biasanya ada tes lari di lapangan, PEP melakukannya di atas threadmill dengan diagnostik yang lebih sensitif dengan alat-alat kedokteran. 
Sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan, perhatikan asupan makanan semaksimal mungkin. Saat itu, saya sangat menjaga kadar kolesterol di dalam tubuh dengan cara mengonsumsi oatmeal setiap hari. Kebetulan hobi saya makan bebek, sehingga saya merasa harus mengeluarkan dulu kolesterol yang saya miliki dengan menyerapnya melalui oatmeal. Demi medcek, saya mendadak jogging tiap pagi. Jangan lupa konsumsi sayuran dan susu. Yang jelas, untuk satu minggu sebelum medical check up, lupakanlah makanan yang rasanya 'tidak benar'. Untuk perokok, bisa dikurangi dulu rokoknya sebentar ya biar kuat lari di threadmill nya.. Tapi ingat, jangan sampai kita tidak makan makanan apapun dengan niat 'membersihkan darah'. Justru, makanlah dengan porsi normal, tidak berlebihan, kurangi begadang, dan yang jelas perbanyak asupan makanan yang bergizi.


6. Pengumuman Kelulusan
Tahap terakhir adalah pengumuman kelulusan. Untuk beberapa divisi misalnya Refinery/ Keuangan, mereka diminta untuk wawancara lagi dengan direktur keuangan sebelum pengumuman. Namun, saat itu posisi HR tidak diminta untuk interview lagi. Alhamdulilah, setelah menunggu kurang lebih 1 bulan dari tahapan medcek, pengumuman pun tiba. Hasil diumumkan lewat account Pertamina EP dan juga e-mail. Selain itu, kita juga dikirimi surat dari Pertamina EP langsung ke rumah. Dari situ, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai persiapan kita untuk masuk Pertamina Learning Center nanti.

Demikian rangkaian proses rekrutmen Pertamina EP yang saya ikuti kurang lebih dari bulan April hingga November. Proses ini memang cukup panjang dan sangat membuat galau para pesertanya. But, believe me, this is really worth it. 
Namun, ternyata perjuangan tidak sampai di sini. Bulan-bulan berikutnya akan lebih menantang tidak hanya fisik tapi juga mental. Pertamina sangat membutuhkan orang-orang baru, energi baru, yang tangguh dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan kewajibannya. Visi kita adalah menjadi perusahaan  energi kelas dunia. Tentu cita-cita itu tidak akan semata-mata diraih bila sumber daya manusia nya tidak optimal dalam mengeluarkan potensinya.

Di posting berikutnya, saya akan berbagi tentang proses kegiatan Kewiraan, yaitu pedidikan Pembinaan Mental dan Disiplin bagi siswa BPS yang diterima di Pertamina EP.

Sukses :)