Blog ini berisi tulisan dan artikel menarik seputar Pengelolaan Sumber Daya Manusia, Psikologi serta Dunia Kerja.
Mari berbagi ilmu dan pengalaman anda di sini!

Thursday, October 2, 2014

Eastparc Hotel Yogyakarta

This is my review about Eastparc Hotel Yogyakarta

Located in Jl. Laksda Adisucipto Km.6.5, Seturan Yogyakarta, Indonesia. It takes 20 minutes when you arrive at Jogjakarta Tugu Station by cab, but quite near from Adisucipto International Airport.
I spend like 4 days there.. and I am so satisfied! 
I just figure out that Eastparc hotel is a 5 star hotel, no wonder the facilities and the food was very nice. The room is reaaally comfy. I usually judge a room by it's bed.. haha, the bed was huge, and the pillows are heaven. 

I arrived to the hotel at 2 AM in the morning so it was so tiring. But the bed was very comfy so I can slept well that night. Haha. Here the picture of the room. 
i have a large balcony beside the curtain, it was really cool, sorry I didn't took the picture.


don't have to talk about the facility, just mention it.. this hotel provides any-damn-thing! haha sorry for that

Aaaandd... the breakfast was amazing. Although I skipped some breakfast, but every breakfast was a good experience for me. The food is a five star quality, they provide infused water too, japanese food, indonesian, western, everything.
I usually look for salad when I came to a hotel, and of course this hotel provided good quality of salad. Yaay. Sorry I didn't took the picture.



this is the outdoor section of the restaurant, you can find larger indoor room beside this section.
 I always love seeing swimming pool. Although I didn't swim, but I took some picture of the pool. Accross the pool you can find sport center. Too bad I didn't try them even once. :( I was too busy


the Pool



I spent so much time in meeting room It's a good room actually, and they provide good snacks too. I don't know about the fare, my company paid all of these stuffs.

busy.. busy.. busy

I am the only girl in this room! haha


 Here is my selfie in the toilet. They have a HUGE toilet. Haha.


sorry for my selfie. OMG, I really should do diet. :(


 I barely never go outside the hotel. So I spend so much time in meeting room, or in my own room. For dinner, I usually had a room service. For one time I ordered Blac Pepper Crab. Here's the picture.
But for honest, it didn't taste so good. The Crab was too dry, so I can't enjoy the crab meat. I don't know about you, but It was too crispy for me :p



Black Pepper Crab


 So.. that was my review about Eastparc Hotel. I'm totally gonna recommend it to my colleagues or anyone who will visit Yogyakarta for meeting activity..

Cheerio!



Monday, September 29, 2014

Pentingnya Alat Ukur Kompetensi dalam Pengembangan Pekerja melalui Training

Untuk mengembangkan komtepensi pekerja sesuai dengan keinginan perusahaan, banyak hal yang harus dilakukan oleh seorang praktisi HR. Menambah kompetensi seseorang tidak semudah ibu guru menambah pengetahuan kepada muridnya. Terlebih, manusia yang memiliki beragam latar belakang ini akan memiliki kekhususan masing-masing untuk menyerap pengetahuan.
Di sini lah pentingnya alat ukur dalam pemberian intervensi untuk mengembangkan kompetensi pekerja.
Banyak perusahaan yang belum peka akan pentingnya kebutuhan alat ukur kompetensi ini. Padahal hal ini dapat menjadi bukti yang objektif untuk memberikan pengembangan kepada perusahaan.
Dalam mengupayakan pengembangan pekerja, kebanyakan perusahaan mengambil intervensi dengan pemberian training. Judul apa yang diberikan dalam training tersebut? Kebanyakan judul tersebut diberikan dari permintaan atasan/ usernya, atau bahkan keinginan pekerja itu sendiri! Di manakah peran HR sebagai Development agent di sini? Ironisnya, para pekerja justru memandang proses training sebagai ajang 'refreshing' dari rutinitas pekerjaan, bukan sebagai proses pengembangan kompetensinya di perusahaan.

Contoh pelatihan di luar ruangan, games menjadi salah satu materinya.

Untuk meminimalisasi penyimpangan tujuan 'training' ini, praktisi HR harus sudah mulai objektif dalam menerapkan intervensi pengembangan pekerja. Jangan sampai pemberian training ini jauh menyimpang dari tujuan semula. Bukannya menambah kemampuan atau kompetensi, justru uang perusahaan akan terbuang sia-sia tanpa ada manfaatnya.

Pemetaan kompetensi menjadi hal yang penting dalam proses pemberian training. Pekerja harus melalui proses competency assessment agar diketahui mana kompetensi yang belum dimiliki secara optimal dalam meningkatkan performance dalam pekerjaannya.
Secara sederhana, proses pemetaan kompetensi bekerja sampai pemberian training dapat dilihat dalam bagan berikut ini :

Proses Pemberian Training berdasarkan Pembuatan Alat Uji Kompetensi

Berdasarkan bagan tersebut, idealnya, dalam pemberian training, perusahaan harus menentukan Job Description dari masing-masing position. Dengan mengetahui deskripsi apa saja yang melekat dalam suatu jabatan, kita dapat melihat kompetensi yang juga melekat di dalamnya. Kompetensi tersebut bisa jadi terbentuk atas beberapa sub-sub kompetensi. Unit kompetensi inilah yang akan kita jadikan sebagai alat ukur yang dapat memetakan kebutuhan kompetensi pekerja.
Kemudian pekerja di-assess dengan alat ukur kompetensi yang sudah kita buat. Dari situ akan terlihat gap kompetensi nya yang mana akan dijadikan sebagai materi pemberian training untuk pekerja tersebut.

Namun tidak mudah untuk menurunkan unit unit kompetensi ini menjadi sebuah alat ukur (biasanya berupa pertanyaan-pertanyaan/ ujian). Dalam ilmu Psikologi sendiri hal ini disebut konstruksi tes. Bagaimana kita menyusun sebuah alat ukur uji kompetensi akan dipengaruhi sangat banyak faktor. Setidaknya alat ukur tersebut harus dapat mengukur apa yang menjadi tujuan kita untuk melakukan pengukuran.
Misalnya, dari pertanyaan-pertanyaan yang disusun, apakah hal tersebut mampu memetakan level kompetensi seseorang? Bagaimana dengan waktu pengerjaannya? Bagaimana juga dengan pembentukan tes nya? Apakah dengan sistem online atau masih manual?
Hal tersebut harus didiskusikan lebih lanjut dengan para stakeholder agar tujuan yang dimaksud dapat diperoleh dengan maksimal.

Pemberian training berdasarkan gap kompetensi ideal sangat efektif dilakukan untuk mengembangkan kompetensi di dunia kerja. Manfaat bagi perusahaan adalah perusahaan (dalam hal ini HR) dapat secara efektif dan efisien memberikan treatment pendidikan kepada pekerja, hal ini akan berimplikasi dengan meningkatnya kualitas Sumber Daya Manusia di perusahaan tersebut. Perusahaan juga bisa meminimalisasi adanya kekeliruan dari proses operasional yang dilakukan pekerja saat melakukan pekerjaannya. Dengan pengetahuan yang cukup, target produksi akan semakin mendekati kenyataan.
Bagi pekerja sendiri metode pemberian training based competency ini sangat bermanfaat karena dapat meningkatkan knowledge, skill dan attitude seseorang dalam bekerja. Dengan meningkatnya performa kerja, ia jadi lebih mudah dipromosikan ke job position yang lebih tinggi. Hal ini secara tidak langsung dapat lebih efektif memberikan kesejahteraan bagi dirinya.

Memang, alat ukur kompetensi ini membutuhkan effort yang cukup besar dalam pembentukannya. Namun hal ini menjadi tools yang efektif untuk memberikan nilai tambah bagi proses training. Proses training tidak boleh dilihat sebagai sesuatu yang sifatnya opsional. Hal ini menjadi penting bagi kemajuan perusahaan. Untuk mencapai target perusahaan, pembuatan tools competency assessment ini akan menjadi sangat penting dalam pemetaan kebutuhan kompetensi seorang pekerja.

Monday, August 11, 2014

Politik Kantor




Satu hal yang dapat menghancurkan segala mood baik di kantor adalah  : POLITIK KANTOR.
Banyak orang beranggapan bahwa untuk mencapai sesuatu yang diinginkannya ia berhak menempuhnya dengan menghalalkan semua cara. Menjilat atasan, backstabbing, sikut-sikutan, fitnah, bersikap tidak kooperatif, dan lain lain. Saya membacanya sebagai politik kantor.
Namanya juga politik, semua orang punya kepentingannya masing-masing. Tapi politik kantor ini dilakukan biasanya untuk mendapatkan penilaian dan posisi bagus di mata atasan.
Seringkali hal ini dilakukan seseorang karena ia memiliki kesempatan dan peran yang (justru) bagus di kantor sehingga ia menginginkan segala perhatian tercurah pada dirinya. Apalagi kalau atasannya adalah tipe atasan yang tidak tahu apa-apa dan asal tau jadi. Sudah dipastikan orang yang bisa menjilat dan bermuka dua itu yang selalu jadi perhatian atasan.
Hal ini memang tidak dapat kita hindari, tapi bagi saya (as a good person, not as a HR practitioner) sebisa mungkin marilah kita hindari kebiasaan-kebiasaan buruk menggunakan politik kantor ini.
Memang, image yang baik di mata atasan sangat penting, tapi di era globalisasi sekarang ini, terlebih di perusahaan yang besar di mana semua kemungkinan mutasi jabatan bisa terjadi, bergantung kepada atasan bukanlah suatu pilihan bijak. Terutama bila harus menendang rekan kerja sendiri. Tapi kita tidak bisa menentukan karir kita hanya dengan kompetensi menjilat dan backstabbing, butuh kompetensi dan skill yang ter-maintain agar kita punya

What to do?
1. Jangan memperkeruh suasana dengan menanggapi perilaku pelaku politik kantor, hal ini hanya akan membuat konflik internal. Justru akan mempersulit anda sendiri terlebih apabila anda membutuhkan orang tersebut di suatu project.
2. Tunjukkan anda berkompetensi dan memiliki nilai lebih dalam mengerjakan semua tugas. Penilaian atasan akan mengikutinya.
3. Apabila anda terlanjur dicap buruk/ difitnah oleh rekan kerja anda atas sesuatu perilaku yang tidak anda lakukan, buktikan dengan tindakan langsung misalnya memperbaiki kualitas kerja dan tetap bersosialisasi dengan baik dengan orang-orang di tempat kerja.
4. Ingatlah bahwa yang menggaji anda adalah perusahaan, jangan hiraukan pendapat buruk orang lain mengenai anda, just stay in the right track!